Breaking News
Loading...
Sabtu, 05 Juli 2014


Buatlah perubahan sebelum perubahan itu merubah dirimu. Untuk mengendalikan segala perubahan, kita harus mempunyai sikap dan tindakan yang tidak bias dilihat secara terpisah. Sikap dan tindakan itu adalah kita menerima situasinya dengan tetap berharap bahwa kehidupan yang lebih baik telah menanti kita. Betapapun hebatnya seseorang yang memberikan motivasi, hal tersebut hanyalah sebuah kesia-siaan belaka pada diri orang tersebut tidak ada keinginan untuk motivasi untuk mengubah diri. 


Semangat untuk berubah di mulai dengan semangat untuk mempertanyakan segala sesuatu sehingga benar-benar diyakini. Setiap manusia tidak boleh berhenti bertanya, karena dngan bertanya itu, kita akan mendapatkan berjuta hikmah.
Perubahan seperti gelombang. Dimulai dari titik kemudian melebar keluar. Terus-menerus bergerak dan berkesinambung. Untuk mendapatkan semua itu diharapkan adanya semangat untuk berubah. Semangat untuk berubah ini tidak datang scera tiba-tiba tetapi melalui proses yang panjang serta disertai iktiar. 

Sebagai ilustrasi tentang burung garuda. Dikutip dari Roy Sembel (2008), dari khotbah seorang rohaniwan. Menurutnya burung rajawali harus melewati perubahan yang menyakitkan ketika usianya mencapai 40 tahun. Pada usia ini, peruhnya meruncing dan mengeras dan bias membahayakan dirinya ketika mamatuk makanan. Kuku dari kakinya juga mengeras dan melengkung sehingga sulit untuk digunakan secara luas. Selain itu, bulu-bulunya juga mengeras, sehingga menambah berat beban badannya saat harus terbang lama.

Sang rajawali harus memilih apakah akan mati karena kondisi tubuhnya yang berubah, atau memutuskan untuk berubah, yaitu menjalani proses perubahan yang menyakitkan. Sebagian besar rajawali memilih berubah untuk menjadi yang lebih baik, walaupun perubahan itu membutuhkan waktu dan perjuangan. Sang rajawali akan terbang ke tempat tinggi untuk berubah. Ia mematuk-matukkan paruhnya ke batu sehingga paruhnya lepas dan diganti secara alami dengan paruh yang lebih baru dean lentur. Ia juga akan mematuk kuku kakinya serta mencabut bulu-bulu tubuhnya yang sudah mengeras, sehingga jatuh dan tergantikan dengan yang baru. Proses ini berjalan sekitar lima bulan dan menyakitkan. Tetapi sang rajawali sangat sadar bahwa perubahan ini di perlukan jika tetap ingin hidup.

Dari ilustrasi tentang rajawali ini kita bias belajar bahwa perubahan itu penting. Walaupun terkadang menyakitkan  dan membutuhkan waktu untuk proses perubahan tersebut, kita harus berubah sebelum kita tergilas oleh perubahan.

0 komentar:

Posting Komentar